09.04.2008
by admin
Category Fikratuna
1 Comment →
Pengantar Kontributor :
Risalah ini berusmber dari buku Sayyid Qutb, “Beberapa Studi Tentang Islam,” (terjemahan). Teks ini diambil dari www.dakwah.info dalam bahasa Melayu dan diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Tampaknya, teks bahasa Melayu ini diubahsuai dari buku terbitan Media Dakwah (pada tahun 2001 telah memasuki cetakan ke-6).
Tiga unsur kemenangan Rasulullah SAW yang disampaikan Sayyid Qutb dalam risalah ini terdiri dari 3 hal, yaitu kejelasan visi dan prinsip keimanan yang tidak sedikitpun mundur terhadap godaan materialisme, pewujudan generasi Qur’any yang merealisasikan visi itu dalam kehidupan nyata, dan keberhasilam mengimplementasikan hukum Tuhan Pencipta Alam untuk mengatur kehidupan manusia.Tiga unsur ini bisa diadakan pada setiap zaman, dan tidak eksklusif kemampuan khusus zaman Nabi saja. Oleh sebab itu, jika kita ingin mencapai kejayaan Islam, maka tiga unsur ini harus kita realisasikan.
Isi tulisan Sayyid Qutb:
Berkumandangnya jutaan suara manusia, di belahan bumi bagian Timur dan bagian Barat, yang selalu diulang-ulang baik di pertengahan malam dan di kala siang hari: Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad Pesuruh Allah.
Selengkapnya
20.02.2008
by admin
Category Hiwar
53 Comments →
Oleh: Farid Nu’man
Mukadimah
Dalam sebuah perjalanan kami bersama beberapa Ikhwah, ada perbincangan menarik. Salah seorang Al Akh bertanya, “Akhi, berapa penghasilan Antum sebulan dari mengajar?” Ikhwah tersebut tersenyum dan malu menjawabnya. Namun, ketika ditanya lagi dengan nada bergurau, ia pun menjawab, “150 ribu sebulan.” Inilah ikhwah kita, kader da’wah yang memiliki banyak kelompok halaqah.
Ada lagi, Ikhwah yang pernah kami temui, ia aktifis dan banyak amanah da’wah yang dia emban. Ia hanya berpenghasilan tidak sampai 300 ribu rupiah dari membuat minuman penghangat badan, wedang jahe.
Itulah ikhwah kita, mereka hidup dipelosok. Namun, kami kira mereka juga ada di sekitar kita, saudara kita di halaqah, di wilayah da’wah kita, bahkan ia -mungkin- kita sendiri. Tetapi mereka tidak mengeluh, tidak lemah, dan Allah Ta’ala mencintai orang-orang yang sabar.
Selengkapnya
28.01.2008
by admin
Category Hiwar
32 Comments →
(Sambungan dari Bagian 2)
Oleh : Ust. Anis Matta, Lc
PKS di masa yang akan dating tidak bisa mengendalikan kehidupan ini semuanya kalau hanya berkuasa di Negara tetapi tidak menguasai pasar. Tidak mungkin. Sekarang ini kita akan menemukan secara individu, banyak individu yang lebih kaya dari Negara. Oleh karena itu gabungan dari beberapa individu justru dapat dengan mudah mengintervensi Negara dan memiskinkan Negara. Kalau kita hanya masuk ke dewan, padahal dewan itu hanyalah bagian kecil dalam panggung Negara, masih ada eksekutif masih ada yudikatif. Kita hanya punya sedikit di dewan itu, dan di dewanitu masih sedikit pula. Kita lihat daerah kekuasaan kita, dakwah ini ke depan hanya bisa menekan, menguasai, mengendalikan situasi kalau kita punya orang yang terdistribusi secara merata, memimpin Negara, memimpin civil society, dan memimpin pasar. Baru kita akan digjaya sebagai sebuah gerakan dakwah.
Selengkapnya
28.01.2008
by admin
Category Hiwar
16 Comments →
(Sambungan dari Bagian 1)
Oleh Ust. Anis Matta, Lc
Pada tahun 1994 saya ke Jerman. Dua tahun baru selesai kuliah, disana saya bertemu dengan salah seorang ikhwah pengusaha yang punya beberapa supermarket disana. Dia datang menemui saya memakai Mercy. Saya protes kepada dia dengan semangat dakwah dan jihad, antum itu tega pakai Mercy, saudara-saudara antum di Palestina disana masih berjuang, antum hidup di Jerman ini pakai Mercy bagaimana ceritanya. Dia bilang nanti saya jelaskan, antum ikut saya saja dulu. Saya diajak keliling supermarketnya dulu. Orang itu memang kaya. Sudah keliling dia bilang, di Jerman ini kalau kau ingin ketemu seorang direktur, begitu kamu parkir mobil nanti direktur itu suruh sekretarisnya tengok dia itu pakai mobil apa. Jika kau tidak pakai Mercy nanti sekretarisnya bilang Direktur sedang tidak ada. Kalau kau pakai Mercy kau disambut baik-baik oleh mereka. Mercy ini wajib disini.
Selengkapnya
28.01.2008
by admin
Category Hiwar
2 Comments →
Bismillahirrahmanirraim,
Tulisan ini dicuplik dari Buku Dari Qiyadah Untuk Para Kader, yang diterbitkan oleh Sekretariat Jenderal Bidang Arsip dan Sejarah DPP Partai Keadilan Sejahtera, Agustus 2007. Sengaja diangkat serta dikelompokan dalam kategori Hiwar sebagai bagian dari wacana yang berkembang dalam gerakan Islam akhir-akhir ini.
Tulisan ini terbagi menjadi 3 bagian, selamat menikmati.
Redaksi
————————
Oleh : Ust. Anis Matta, Lc.
Bismillah,
Ikhwan dan Akhwat sekalian,
Alhamdulillah kita dipertemukan oleh Allah dipagi hari ini, walaupun kemarin saya ragu- ragu apakah saya bias hadir hari ini atau tidak. Istri saya sakit demam berdarah dan dirawat dirumah sakit hingga hari ini. Alhamdulillah hari ini ada perbaikan sedikit dan bias ditinggal. Selain itu, rasanya sudah rindu sama antum semuanya karena cukup lama tidak kesini. Sebenarnya saya punya rencana kunjungan kesini pada bulan januari yang lalu dalam rangkaian jaulah ke 13 DPW bersama 13 pengurus Bidang Kaderisasi dan Bidang Pembinaan Wilayah. Rencana itu dibatalkan karena saat itu sedang musim pesawat jatuh, jadi ada 8 DPW yang kita pending perjalanannya termasuk ke kota Pekan Baru ini.
Selengkapnya
27.12.2007
by admin
Category Fikratuna
3 Comments →
Oleh: Ust. Hilmi Aminudin
Saya selalu merasa sangat bergembira kalau bertemu dan harus berbicara di hadapan para pemuda. Ini semua menandakan bahwa pemuda tetap bersemangat dan serius, karena setiap gerakan yang berhasil pasti memiliki kemauan yang kuat, harapan yang jauh ke depan, dan orientasi yang jelas serta terarah terutama di basis pemudanya.Walaupun kadang-kadang gerakan pemuda kepentok masalah klasik kekurangan dana, misalnya.
Hal itu biasa dan terjadi di mana-mana, di setiap waktu dan tempat, bukan hanya di Indonesia dan di masa sekarang saja. Meskipun tidak mempunyai materi berlimpah, semua pergerakan disusun, dirancang, dan dilaksanakan oleh pemuda. Pemuda aktivis boleh miskin materi, tetapi jiwanya kaya, sehingga pantang menyerah dan mengeluh. Mereka tidak mengorbankan iffah, kehormatan diri, hanya untuk meminta-minta, karena pemuda perintis dan pelopor pergerakan yang berhasil adalah mereka yang bermental baja. Lanjut
21.12.2007
by admin
Category Fikratuna
No Comments →
(Lanjutan bagian kedua)
Peringatan:
Di sini terdapat beberapa peringatan yang menjelaskan tentang ketelitian Al-Imam as-syahid, di antaranya ialah:
- Dalam membatasi Al-Quran dan Sunnah sebagai rujukan kepada hukum-hukum sebagai ketegasan bahwa dakwah kita adalah salafi dan manhajnya adalah manhaj salafussaleh.
- Dalam membatasi sumber ini dan berjalan mengikutnya adalah selamat dari kesesatan. Rasulullah saw bersabda:
“Aku tinggalkan untuk kamu dua perkara, kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang dengannya iaitu Kitab Allah dan Sunnah Rasulnya”.(Al-Muwatta’: 2/899- Kitab Qadar- Bab larangan dari berkata tentang Qadar.)
Selengkapnya
29.11.2007
by admin
Category Fikratuna, Waqi'i
3 Comments →
Oleh : DR. Daud Rasyid
Kedudukan Sunnah.
Sunnah adalah salah satu unsur terpenting dalam Islam. Ia menempati martabat kedua -setelah Al-Qur`an - dari sumber-sumber hukum Islam. Dalam artian, jika suatu masalah atau kasus terjadi di masyarakat, tidak ditemukan dasar hukumnya dalam al-Qur`an, maka hakim ataupun mujtahid harus kembali kepada Hadits Nabi -Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-. Dalam praktek banyak sekali ditemukan masalah yang tidak dimuat dalam Al-Qur`an dan hanya didapatkan ketentuannya di dalam Hadits Nabi. Hal ini tak terlalu sulit dipahami, sebab Al-Qur`an adalah Kitab Allah yang hanya memuat ketentuan-ketentuan umum, prinsip-prinsip dasar dan garis-garis besar masalah. Sedangkan rinciannya dituangkan di dalam Sunnah Nabi. Dan memang harus demikian. Sebab jika tidak, sulit dibayangkan Al-Qur`an akan menjadi setebal apa. Karena ia harus memuat bermacam-macam masalah kecil dan parsial yang tak ada batasnya. Selanjutnya
26.11.2007
by admin
Category Fikratuna, Min at-Turats
3 Comments →
Oleh: Tate Qomaruddin, Lc.
Rasulullah saw. bersabda, “Aku tidak khawatir kalian miskin, tetapi aku khawatir (kalian mendapatkan) dunia (lalu) kalian bersaing dalam urusan dunia itu.” (HR. Ahmad)
Begitulah Rasulullah saw. memperingatkan umatnya. Beliau menyampaikan kekhawatirannya tentang nasib umatnya sepeninggal beliau. Ternyata beliau tidak lebih khawatir dengan ujian dalam bentuk kenestapaan, kemiskinan, kekurangan dana. Yang lebih beliau khawatirkan justru manakala umat Islam diuji dengan sukses duniawi. Memang, kita sering kali kurang sadar bahwa sesungguhnya kebahagian, keberuntungan, keberhasilan, dan segala kebaikan adalah ujian dari Allah swt. Acapkali kita sadar sedang diuji manakala ujian yang datang berupa kenestapaan dan kepedihan. Padahal Allah swt. menegaskan, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” [QS. Al-Anbiya (21): 35] Lanjut
22.11.2007
by admin
Category Fikratuna
No Comments →
(lanjutan bagian pertama)
Rujukan Dalam Memahami Al-Quran:
Al-Imam As-Syahid menegaskan bahwa rujukan dalam memahami Al-Quran ialah bahasa Arab yang mempunyai makna yang jelas dan dalalah yang dekat. Beliau mengingkari memberat-beratkan dan membabi buta di dalam memahaminya. Beliau berkata: “Al-Quran hendaklah dipahami dengan kaedah-kaedah bahasa Arab dengan tidak memberat-beratkan dan tidak membabi buta”. Ini adalah karena “Al-Quran diturunkan di dalam bahasa Arab maka untuk memahaminya juga mestilah melalui jalan ini. Lanjut